Select Page

Wisata Pahawang Murah pastinya akan menjadi prioritas bagi Anda para backpacker. Menikmati keindahan alam Pahawang secara bebas tanpa harus terikat dengan jadwal perjalanan seperti jika menggunakan paket wisata. Plusnya lagi, Anda bisa bebas berbaur dengan masyarakat setempat serta biaya yang dibutuhkan pun menjadi lebih minim. Namun, karena backpacker mengharuskan Anda mandiri, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar perjalanan wisata Anda tidak mengalami gangguan. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan tersebut sebelum berangkat ke Pahawang.

1. Akses ke Pahawang

Pahawang terletak di Lampung Selatan, lebih tepatnya di Kabupaten Pesawaran. Untuk bisa mencapai tempat ini, Anda bisa menggunakan dua jalur, yaitu udara dan laut. Jika menggunakan jalur udara, dari kota asal Anda silahkan menuju Bandara Radin Inten II di Bandar Lampung. Sedangkan, jika menggunakan jalur laut, Anda bisa naik kapal dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat, sewa mobil menuju Pelabuhan Ketapang selama 3 jam. Harga carter mobil ini sekitar 600 ribu per hari. Sesampainya di Pelabuhan Ketapang, gunakan boat untuk bisa sampai di Pahawang Besar. Biasanya lama perjalanan sekitar 30 menit. Sedangkan, harga satu boat sekitar 2 juta dengan kapasitas 20–30 orang.

2. Akomodasi

Untuk masalah akomodasi, jangan khawatir. Sebab, semua akomodasi dan penginapan sudah tersedia di Pahawang Besar. Lokasi penginapan terletak di tiga dusun utama, yaitu Jelarangan, Pagetahan, dan Cukuh Nyai. Di ketiga dusun tersebut terdapat empat villa dengan harga sekitar 2 hingga 3 jutaan per malam. Harga ini sudah termasuk fasilitas makannya. Untuk satu villa, bisa memuat hingga 40 orang. Bagi Anda para backpacker bisa juga memilih homestay yang mempunyai harga lebih murah. Ada sekitar 50 homestay di tempat wisata ini dengan harga sekitar 600 ribuan hingga 1,5 juta untuk per malamnya. Sedangkan, bagi Anda yang senang berbaur dengan masyarakat setempat secara langsung, bisa menyewa wisma penduduk. Harganya pun pastinya bisa lebih bersahabat dengan kantong.

3. Listrik

Tidak seperti kota-kota besar di Indonesia yang ketersediaan listrik melimpah selama 24 jam sehari, Pahawang justru belum ada listrik. Jumlah penduduk yang hanya sekitar 900 kepala keluarga di tempat ini ternyata belum cukup bagi pemerintah untuk memasukkan pasokan listrik ke daerah ini. Nah, sebagai penerangannya, setiap penginapan dan rumah-rumah penduduk mempunyai genset. Karena biaya genset juga tidak murah, biasanya genset hanya dioperasikan di malam hari saja dan mati dari siang hingga sore. Jadi, buat para wisatawan untuk mengisi daya handphone maupun kameranya secara maksimum di malam hari. Jika perlu, bawalah power bank (penyimpan daya listrik) agar handphone tidak kehabisan daya baterai pada saat digunakan di sepanjang siang hari.

4. Waktu Terbaik Mengunjungi Pahawang

Pahawang merupakan surganya bagi para penggemar snorkeling. Sebab, di sekitar Pahawang Besar, Pahawang Kecil, Kelagian Besar, dan Kelagian Kecil ada banyak spot snorkeling yang keren habis. Hanya saja, kegiatan ini akan sangat membahayakan jika sedang berlangsung angin barat. Sebab, pada saat terjadi angin barat, ombak sangatlah besar. Bahkan, para nelayan di pantai tersebut tidak berani melaut karena sering terjadi badai laut. Kalau dahulu, angin barat ini bisa diprediksi sekitar bulan September hingga Desember, sehingga waktu paling tepat untuk berkunjung di bulan Mei hingga Agustus. Hanya saja, untuk beberapa tahun terakhir ini angin barat tidak bisa diprediksikan lagi kapan berlangsungnya. Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan, cek terlebih dahulu musim yang terjadi di Pahawang pada agent travel.

5. Hewan Laut yang Harus Dihindari

Sebagai surganya biota laut, Pahawang mempunyai beragam hewan laut yang indah. Namun, ternyata tidak semua yang indah tersebut aman untuk tersentuh manusia. Ada beberapa hewan laut yang harus Anda hindari untuk bersentuhan, baik sengaja maupun tidak. Beberapa satwa laut tersebut antara lain bulu babi, ikan batu, pari, ubur-ubur, ulat laut, dan bulu seribu (mirip bintang laut namun mempunyai bulu banyak di bagian atasnya).